• Selamat Datang di Website Resmi Program Pascasarjana Universitas Warmadewa. Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : pascasarjana.unwar@yahoo.co.id, Telp. 081547397113

Prodi MIH Pascasarjana Unwar Gelar Kuliah Umum

  • 04 Desember 2019
  • 100 Pengunjung
Prodi MIH Pascasarjana Unwar Gelar Kuliah Umum
Cerdaskan Masyarakat Tentang Investasi
 
Prodi MIH PPs Unwar Gelar Kuliah Umum
 
Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH), Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar kuliah umum bertema 
"Dengan Kuliah Umum Kita Tingkatkan Perlindungan Masyarakat sebagai Konsumen dan Meningkatnya Investasi" di Gedung PPs Unwar, Selasa (3/12). Kuliah umum ini melibatkan puluhan mahasiswa MIH.
 
Kaprodi MIH PPs Unwar Dr. Simon Nahak, SH., MH., menjelaskan, hukum investasi merupakan salah satu konsentrasi ilmu yang harus dikuasai mahasiswanya. Kampus sebagai rumah kaum intelektual, harus dicerdaskan terlebih dahulu, selanjutnya menyebarkan ilmu yang mereka dapatkan di masyarakat luas.
 
Simon tak menampik hingga saat ini masih ada masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. Ini membuktikan sosialisasi tentang investasi sehat dan hukumnya harus digencarkan lagi, bila perlu hingga ke pelosok daerah.
 
Menurut Simon, obsesi ingin kaya secara instan masih menjadi faktor utama korban terjerumus investasi tidak sehat. "Kalau menurut konsep Bali, itu 'Rwa Bhineda'. Ada yang baik ada yang tidak baik. Ada nafsu di dalam diri manusia, dalam hal ini ingin cepat kaya sehingga lupa diri apakah yang diikuti investasi sehat atau tidak," jelas praktisi hukum pidana ini.
 
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, lanjut Simon, pihaknya secara rutin memberi edukasi tentang hukum investasi, konsumen dan pertanahan ke tengah masyarakat yang dikemas dalam pengabdian kepada masyarakat. Apalagi, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, menjadi obyek investasi tidak hanya oleh investor nasional tapi internasional.
 
"Bali itu ibarat gula, banyak dikerumuni semut. Tapi tak jarang semut mati di dalam gula. Jadi masyarakat sebagai konsumen harus dicerdaskan, tidak hanya di kalangan lembaga pendidikan," tukas Simon.
 
Pada kesempatan yang sama, Nara sumber, I Gusti Bagus Adi Wijaya selaku Kasubag Edukasi Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali-Nusra mengatakan, tema yang diusung sangat relevan dengan situasi saat ini, mengingat masih banyaknya masyarakat menjadi korban investasi tidak sehat.
 
Ia mencontohkan, tahun 2018 tercacat belasan koperasi ilegal dengan kerugian puluhan miliar di Bali. Hal ini terjadi karena kurangnya literasi ke masyarakat. Karenanya, kesempatan ini sekaligus dijadikan momentum sosialisasi peran, fungsi dan tugas OJK. "Mungkin karena OJK ini lembaga baru (8 tahun) sehingga belum semua masyarakat mengetahui tugas dan fungsi kami," katanya 
 
Bagus Adi Wijaya, lebih lanjut memberikan saran sebelum masyarakat memutuskan berinvestasi, terlebih dahulu gunakan teori 2L (Legal dan Logis). Legal kaitannya dengan perijinan perusahaan dan logis artinya keuntungan yang ditawarkan masuk akal. Terkait perijinan, ia menyatakan tidak mesti dari OJK, sebab ada beberapa lembaga lain yang juga mempunyai hak menerbitkan ijin kepada perusahaan investasi.
 
Sedangkan logis, bisa diukur dari pengembalian keuntungan yang ditawarkan. Acuannya adalah adalah suku bunga tabungan dan deposito di bank. "Biasanya di bank, bunganya 7 persen per tahun. Kalau ada yang menawari di atas itu, waspadalah, karena tidak logis," ungkapnya. Terakhir, dia mengingatkan, perusahaan investasi yang legal pun tetap berpeluang melakukan kecurangan. Sehingga prinsip kehati-hatian memang menjadi kunci utama.
  • 04 Desember 2019
  • 100 Pengunjung

Lainnya

Pencarian

 

Galeri Video & Foto

Galeri Foto Foto Lainnya
Galeri Video Video Lainnya